Friday, December 20, 2019

Azis Grafis

Inilah Maksud Pengulangan 31 Kali Kalimat Fabiayyi 'Ala 'Irabbikuma Tukadziban, Bikin Merinding

ayat tukadziban
Banyak rahasia dalam Al-Qur'an yang membutuhkan pemikiran dan belajar untuk dipahami dan dilaksanakan.

Bagi umat Islam, Alquran adalah pedoman tertinggi dan menjadi rujukan pertama dengan Al Hadits.

Tetapi ada hal yang menarik, mungkin telah terjadi juga.

Mengapa hanya dalam surat Ar-Rahman, frase 'Fabiayyi' aala'i Rabbikumaa Tukadzdzibaan "diulang 31 kali.

Kepada siapa ditujukan, apa arti sebenarnya.

Kalimat yang jika diartikan, (nikmat Tuhanmu, di mana lagi Anda menyangkal).

Frasa ini diulangi dalam ayat 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77 huruf Ar Rahman.

Kalimat ini ditujukan kepada manusia dan jin, sehingga menggunakan kata Rabbikuma (ربكما), yang berarti

"Tuhan kalian berdua".

Dilansir dari tarbiyah.net berbeda dengan banyak surat lain, Surat Ar Rahman meliputi jin sebagai objek firman Allah.

Jin dan manusia diingatkan bahwa banyak nikmat Allah anugerahkan kepada mereka.

Dengan begitu banyak berkah yang disebutkan dalam surat Ar Rahman, Allah juga disertai dengan kalimat "Fabiayyi 'aalaa'i Rabbikumaa Tukadzdzibaan".

"Setiap menggambarkan berbagai lezat, selalu disertai dengan Fabiayyi 'aalaa'i Rabbikumaa Tukadzdzibaan," tulis Amr Khalid Shaikh di Khowatir Qur'aniyah.

Lalu mengapa diulang hingga 31 kali?

Tentu saja pengulangan ini adalah hak prerogatif Allah dan hanya Dia-lah yang benar-benar tahu esensi di balik itu.

Tapi di antara pelajaran yang bisa dipelajari, selain untuk mengingatkan jin dan manusia menyadari bahwa semua yang datang dari nikmat Allah, pengulangan juga menunjukkan pentingnya rasa syukur atas nikmat itu.

"Kalimat ini (Fabiayyi 'aalaa'i Rabbikumaa Tukadzdzibaan) memerintahkan jin dan manusia untuk mensyukuri nikmat Allah dan tidak menyangkal," kata Amr Khalid Shaikh.

Sementara Imam Al-Suyuti dalam Al-Itqan fi Ulumil Qur`an menjelaskan bahwa pengulangan frase Fabiayyi 'aalaa'i Rabbikumaa Tukadzdzibaan untuk memantapkan pemahaman dan menekankan betapa pentingnya mensyukuri nikmat itu setelah menyadari bahwa ia datang dari Allah Mahakuasa.